54 Persen Angkatan Kerja Indonesia Penyandang Stunting

Presiden Joko Widodo menggelar rapat kabinet terbatas bersama sejumlah menteri dan kepala lembaga membahas penurunan angka stunting di Indonesia, Senin (25/1/2021). Menteri Koordinator bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK) Muhadjir Effendy mengungkapkan alasan Presiden Jokowi memberikan perhatian terhadap penurunan angka stunting. Salah satunya yakni dampak yang ditimbulkan akibat bayi atau anak yang terkena stunting.

"Kenapa angka stunting ini menjadi perhatian dari bapak Presiden, karena kita tahu kalau orang, atau anak, atau bayi sudah telanjur kena stunting pada usia 1000 hari awal kehidupan, maka perkembangan kecerdasannya itu tidak akan bisa optimal sampai nanti dewasa, menjadi usia produktif," kata Muhadjir dalam konferensi pers di Kantor Presiden, Jakarta. Berdasarkan angka Bank Dunia angkatan kerja Indonesia yang sewaktu bayinya mengalami stunting mencapai 54 persen. Artinya 54 persen dari jumlah angkatan kerja Indonesia merupakan penyintas stunting. "Inilah kenapa bapak Presiden memberikan perhatian yang sangat sangat khusus berkaitan dengan masalah stunting ini," katanya.

Berdasarkan data tahun 2019 angka stunting di Indonesia mencapai 27,6 persen. Angka tersebut diprediksi bertambah pada 2020 kemarin, karena adanya pandemi Covid 19. Presiden menargetkan pada 2024 mendatang angka stunting Indonesia turun mendekati 14 persen. "Secara hitung hitungan kalau kita harus mencapai target 14 persen tahun 2024, maka tiap tahun harus tercapai penurunan angka stunting 2,7 persen, dan ini adalah suatu target yang luar biasa besar karena itu bapak Presiden memberikan arahan agar ada langkah langkah yang luar biasa yang tidak biasa atau extra ordinary," ujar Muhadjir.

Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) ditunjuk sebagai penanggungjawab program penurunan stunting. Muhadjir Effendy mengatakan nantinya BKKBN yang akan memimpin program penanggulangan stunting yang kini angkanya mencapai 27,6 persen. Nantinya program penurunan stunting masuk ke dalam program pembangunan keluarga. Landasan hukumnya yakni undang undang nomor 52 tahun 2009 tentang perkembangan kependudukan dan pembangunan keluarga. "Sehingga pembangunan keluarga tidak hanya terbatas kepada masalah pembatasan angka kelahiran dan penjarangan angka kelahiran tetapi betul betul pembangunan keluarga yang integral salah satunya yang menjadi isu besar adalah masalah penurunan angka stunting," kata Muhadjir.

Presiden menurut Muhadjir meminta BKKBN membuat langkah langkah konkret dan terukur untuk target penurunan stunting hingga 2024 nanti. Presiden menargetkan angka stunting turun hingga mendekati angka 14 persen. "Presiden menyampaikan bahwa untuk pemetaan stunting di Indonesia sebenarnya sudah sangat detail dan jelas, dan beliau menekankan supaya itu dijadikan dasar untuk kita membuat langkah langkah konkret, detail dan terukur sampai tahun 2024 nanti," katanya. Menurut Muhadjir nantinya program penurunan angka stunting akan difokuskan di beberapa kementerian saja. Tujuannya agar program penurunan stunting dapat terkonsolidasikan dengan baik sampai 2024 nanti.

"Begitu juga alokasi anggaran yang selama ini tersebar di 20 kementerian dan lembaga, beliau meminta supaya difokuskan kepada beberapa Kementerian yang memang memiliki perpanjangan tangan langsung ke bawah," katanya. Kepala Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Hasto Wardoyo memprediksi akan ada 7 juta bayi yang baru lahir dalam keadaan stunting di tahun 2024. Maka, Hasto mengatakan bahwa angka stunting harus ditekan sedini mungkin. Karena itu, ia pun menyebut, angka stunting di Indonesia harus menyentuh angka 14 persen di tahun 2024.

"Saya sampaikan juga dalam ratas bahwa 4 tahun ke depan ada sekitar 20 juta bayi baru yang akan lahir, kurang lebih, dan kalau di angka existing sekarang 27 persen, maka akan ada hampir sepertiga, sekitar 7 juta yang stunting," kata Hasto. Hasto menambahkan, dari perkiraan angka 7,2 juta bayi, pemerintah bakal menekan angka stunting menjadi sekitar 3,4 juta. Tentunya, setiap tahun angka stunting di Indonesia jangan sampai di atas 680 ribu.

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *